Minggu, 28 Agustus 2011

3,5 JAM TERASA CEPAT SEKALI

Ucapan Selamat Datang



Melihat rekaman video Tarian Polka
yang diperagakan oleh 6 pelajar Ceko


Memilih kemeja dengan motif batik.


Tawar-menawar harga baju.


Mencoba baju pilihannya.



Bertamu di rumah bapak Syamsubani.




Berceritera tentang seluk-beluk keris.


Terima kasih atas kunjungannya.



Berjalan mengelilingi kampung.



Melihat pembuatan alas kursi dari rotan.


Persahabatan antara Barat dan Timur.



Masjid Jami Kintelan.


Berdiri di depan pintu masjid.



Disambut oleh Imam Masjid Jami Kintelan,
Bapak Agus Haryanto.


Berbincang-bincang sekilas tentang Islam.


Mereka bersyalawat, memuji kebesaran Allah.


Menuju ke lantai 2.


Lantai 2 Masjid Jami Kintelan.



Meninggalkan Masjid.



Melihat pembagian jenang sumsum.


Wine, aqua, dan jenang sumsum.


Nasdrafi


Ikut makan jenang sumsum.


Sepiring jenang sumsum.


Terima kasih, dan sampai jumpa lagi.


Pada hari jum'at, tanggal 19 Agustus 2011, sekitar pukul 15:00, satu keluarga dari republik Ceko, yang terdiri dari ayah, ibu,dan kedua anak laki-lakinya berkunjung ke kampung wisata Dipowinatan. Mereka disambut di depan Balai Warga dengan pengalungan bunga. Saat mereka datang, suasana di sekitar tempat ini masih belum tertata rapi. Terlihat ada 2 tenda yang belum dibongkar, di salah satu sudut ruang publik ada beberapa debog (batang pisang) yang belum dibuang, dan salah satu stand pakaian masih menggelar dagangannya. Karena sehari sebelumnya, di tempat ini telah diadakan 3 event/acara yang hampir bersamaan, yaitu pasar murah, merti golong-gilig, dan pesta rakyat. memang sayang sekali, karena apabila mereka datang sehari sebelumnya, mereka bisa ikut menikmati kemeriahan acaranya.

Di kantor Dipowisata, mereka melihat koleksi foto-foto, souvenir,dan piagam serta piala penghargaan. Bapak Marsito menunjukkkan beberapa laporan kegiatan tiap kali beliau mengantarkan turis, termasuk ke kampung Dipowinatan. Tak kalah menariknya, melalui layar laptopnnya, bapak Sigit Istiarto kemudian memperlihatkan rekaman video 3 pasang remaja Ceko saat menarikan Tari Polka beberapa bulan sebelumnya di ruang publik. Terlihat kekaguman dan senyuman dari wajah mereka.

Kunjungan beralih ke rumah bapak Syamsubani, tidak jauh dari ruang publik. Di sini mereka disambut oleh tuan rumah dengan ramah dan mengenakan pakaian adat jawa. Selain bebicara tentang banyak hal, mereka juga disuguhi dengan makanan tradisional. Pan Jan Toman ternyata tertarik dengan keris milik bapak Syamsubani dan menanyakan seluk-beluk tentang keris tersebut.

Blusukan kali ini hanya diikuti oleh seorang anak kecil yang mengendarai sepeda kecilnya, karena biasanya banyak anak-anak kecil yang ikut menyambut setiap tamu yang datang. Hal ini disebabkan karena bersamaan dengan bulan puasa/ bulan suci ramadhan sehingga anak-anak lebih banyak di dalam rumah atau sebagian lagi mengikuti pengajian di masjid-masjid. Tapi tidak apa-apa, sepertinya para tamu ini tetap bisa melihat suasana kampung yang damai.

Pemberhentian berikutnya di masjid Jami Kintelan. Masjid berlantai 2 ini dibangun setahun yang lalu dengan dana bantuan dari masyarakat dan para dermawan. Ketika berada di depan pintu masjid, mereka disampbut oleh tamirnya, yaitu bapak Agus Haryanto. Beliau begitu ramah dan mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam masjid dan menyaksikan dari dekat, anak-anak yang sedang mengaji. Mereka pun diperbolehkan naik ke lantai 2.

Hari sudah semakin sore, saatnya nasdrafi di rumah bapakl Marsito. Sebelum masuk ke dalam rumah, mereka melihat ada 2 ibu yang sedang membagi jenang sumsum. Jenang ini terbuat dari beras yang ditumbuk halus, dimasak, lalu saat penyajiannya diberi air gula jawa. Jenang ini dipercaya bisa memulihkan kondisi badan agar kembali segar-bugar, setelah bekerja keras. Karena penasaran, mereka pun ikut menyantap jenang sumsum ini. Jam sudah menunjukkan pukul 18:30 WIB, tetapi mereka sepertinya betah berlama-lama dan ngobrol di rumah bapak Marsito. Tapi cepat atau lambat mereka tetap harus kembali ke hotel. Bagi mereka, berkunjung ke kampung wisata Dipowinatan selama 3,5 jam terasa begitu cepat berlalu.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar